
Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer ke Program Studi Tadris IPA UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama akademik antarprogram studi yang tergabung dalam ADRISPA (Asosiasi Dosen Tadris IPA) Indonesia, sekaligus sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan IPA.
Kegiatan Visiting Lecturer ini dilaksanakan oleh tiga dosen Tadris IPA UIN Syekh Wasil Kediri, yaitu Dr. Ummiy Fauziyah Laili, M.Si., Atika Anggraini, M.Pd., dan Aziza Anggi Maiyanti, M.Pd. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Penguatan Pembelajaran IPA melalui Pendekatan Etnosains untuk Menggali Kearifan Lokal”, yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan relevansi dan kebermaknaan proses belajar bagi mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan resmi oleh Dekan FTIK UIN Suska Riau, Prof. Dr. Amiroh Diniaty, M.Pd., Kons., yang berlangsung di Ruang Dekan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut dan berharap kegiatan visiting lecturer ini dapat mempererat sinergi antarlembaga serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan inti berupa kuliah tamu dilaksanakan di Ruang Teater Fakultas Pertanian dan Peternakan (Fatertapet) UIN Suska Riau, dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan kuliah tamu ini secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Tadris IPA UIN Suska Riau, Niki Dian Permana P., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguatan pembelajaran IPA berbasis konteks lokal sebagai salah satu strategi inovatif dalam menjawab tantangan pembelajaran IPA di era modern.
Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh wawasan baru terkait penerapan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPA, sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berakar pada budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik antar Program Studi Tadris IPA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia.
