DILTA Series 3: Seminar Unjuk Karya Ilmiah Mahasiswa Tadris IPA dari Berbagai Kampus di Indonesia


Selasa, 28 April 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan budaya ilmiah di kalangan akademisi Pendidikan IPA melalui terselenggaranya DILTA (Diskusi Ilmiah Dosen Tadris/Pendidikan IPA) Series 3. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh sebanyak 84 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Acara ini menghadirkan sinergi yang kuat antara dosen dan mahasiswa dalam membahas inovasi-inovasi terkini di bidang pendidikan IPA. DILTA Series 3 tidak hanya menjadi ruang presentasi hasil penelitian mahasiswa, tetapi juga menjadi forum akademik yang mempertemukan gagasan, kritik konstruktif, serta penguatan kualitas riset melalui sesi pembahasan oleh para pakar.

Tiga presenter mahasiswa terpilih memaparkan karya ilmiah terbaik mereka dengan tema yang beragam dan inovatif. Presentasi pertama disampaikan oleh Damar Akbar Wicaksono, mahasiswa Tadris IPA FTIK UIN Salatiga, yang mengangkat topik “Implementasi Bioreaktor Berbasis MFCs dengan Pemanfaatan Mikroalga dari Kolam Budidaya Ikan”. Penelitian ini menawarkan solusi berbasis energi alternatif dengan memanfaatkan mikroalga sebagai sumber energi ramah lingkungan.

Selanjutnya, tim mahasiswa dari UIN Sunan Kudus yang terdiri dari Salwa Dyah Nur Azizah, Indana Zulfa, dan Rahayu Alfina Indriani mempresentasikan karya berjudul “Implementasi Model TABS pada Smart EcoSelect Berbasis Electoreception Hiu sebagai Sumber Belajar IPA SMP”. Inovasi ini mengintegrasikan konsep biologi dengan teknologi pembelajaran, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa.

Presentasi ketiga disampaikan oleh Muhammad Algi Al-Hanafi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan judul “Rancang Bangun dan Uji Akurasi Alat Pengukur Kadar Gula Darah Berbasis Sensor MAX30102 Menggunakan Metode Photoplethysmography dengan Perbandingan Metode Invasif”. Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan alat kesehatan non-invasif yang lebih praktis dan efisien.

Ketiga karya tersebut mendapatkan tanggapan dan analisis mendalam dari para pembahas yang merupakan akademisi berpengalaman dari berbagai institusi. Di antaranya adalah Ibrahim Bin Sa’id, Ph.D dari UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si. dari IAIN Kendari, serta Dr. Ahmad Walid, M.Pd. dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Para pembahas memberikan masukan konstruktif, baik dari segi metodologi penelitian, relevansi teori, hingga potensi pengembangan lebih lanjut dari masing-masing karya.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan antusiasme peserta dalam menggali serta memperdalam pemahaman terhadap isu-isu ilmiah yang diangkat. Tidak hanya menjadi ajang presentasi, DILTA Series 3 juga berfungsi sebagai ruang refleksi akademik yang mendorong peningkatan kualitas penelitian di kalangan mahasiswa Pendidikan IPA.

Menariknya, agenda DILTA Series 3 ini juga mendapatkan respon positif dari para dosen Tadris IPA dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif serta membuka ruang diskusi ilmiah yang produktif antara dosen dan mahasiswa lintas institusi. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab serta harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan, serta mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan di era modern. DILTA Series 3 pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kampus dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam bidang Tadris dan Pendidikan IPA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *