ADRISPA Indonesia Gelar Webinar Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran IPA di Sekolah/Madrasah

Selasa, 24 Februari 2026 — ADRISPA Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan webinar bertema Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran IPA di Sekolah/Madrasah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam agenda Diskusi Ilmiah Dosen Tadris IPA / Pendidikan IPA (DILTA) Seri 2 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Webinar tersebut menghadirkan narasumber utama, Prof. Imas Maesaroh, M. Lib., Ph.D, yang memaparkan berbagai perspektif kritis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Acara ini berada di bawah kepemimpinan Ketua Asosiasi, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dalam paparannya, Prof. Imas menekankan perbedaan mendasar antara IPA dan AI melalui gagasan “IPA Berbasis Kebenaran Ilmiah, AI Berbasis Probabilitas.” Ia menjelaskan bahwa IPA dibangun atas dasar metode ilmiah yang teruji melalui observasi, eksperimen, dan verifikasi, sedangkan AI bekerja dengan pendekatan probabilistik—menghasilkan jawaban berdasarkan pola data yang dipelajari, bukan berdasarkan pemahaman konseptual seperti manusia.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam pembelajaran harus diarahkan untuk memperkuat nalar kritis, kejujuran akademik, dan tanggung jawab siswa, bukan justru melemahkannya.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam webinar ini adalah larangan submisi output AI mentah sebagai karya siswa. Narasumber menegaskan bahwa hasil yang sepenuhnya dihasilkan AI tanpa proses refleksi, analisis, atau pengolahan ulang oleh siswa bertentangan dengan prinsip pembelajaran bermakna. Guru diharapkan mampu menyusun kebijakan kelas yang jelas terkait penggunaan AI agar tetap mendukung tujuan pembelajaran.

Webinar ini juga membahas fenomena hallucination pada AI, yakni kondisi ketika sistem AI menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi tidak akurat atau bahkan keliru. Peserta diajak untuk memahami risiko tersebut agar tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber kebenaran, melainkan sebagai alat bantu yang tetap perlu diverifikasi melalui sumber ilmiah yang kredibel.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung hangat sepanjang sesi, dengan berbagai pertanyaan kritis terkait implementasi etika AI di kelas, khususnya dalam pembelajaran IPA yang menuntut ketelitian dan validitas data.

Melalui webinar ini, ADRISPA Indonesia berharap para pendidik semakin bijak dan kritis dalam memanfaatkan AI, sehingga teknologi dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan integritas akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *